CERITAKU 15 HARI POSITIF COVID (HAMIL ANAK PERTAMA 6 BULAN)

 

Dear All, hari ini 18 Juli 2021. Yeay blog pertama di tahun 2021 wkwk (telat banget sih). Blog perdana di 2021 rencana nya mau blogging tentang Marriage Life, tapi cancel dulu yash ada yang lebih edukatif nih.

Yapp, dunia sedang tidak baik baik saja. Lebih kurang sudah 2 tahun kebutuhan pokok kita jadi bertambah. Tidak hanya sandang, pangan dan papan tapi sekarang masker, handsanitizer dan sabun cuci tangan. Penat memang, cara hidup yang baru menuntut manusia harus lebih mawas diri dan menjaga kebersihan. Ga usah panjang lebar yaa, temen temen juga udah ngerasain semua ya kaaan?

Woghey, gimana awal nya bisa positif covid aku ceritain di hari Minggu tanggal 13 Juni 2021. Saat itu aku lagi lembur kantor dan badan emang lagi kurang fit, akhirnya memutuskan untuk pijat di salah satu  salon Mom and Baby Care di Bengkulu. Besoknya, mulai kerja seperti biasa dan dibawa santai, alhamduillah badan mulai enak. Next, kebetulan di hari selasa kantor crowded sekali dan kita minta disiapin kipas angin karena emang suasana panas ga ketulungan. Alhasil, panas hilang, meriang pun datang wkwkwk. Hari Rabu, karena di rasa badan sudah mulai goyah, memutuskan untuk swab antigen (mesti mawas diri sekali lagi karena takut ada pengaruh ke janin dan mikirnya waktu itu kalo beneran positif jangan sampe nularin ke yang lain).

Pulang kantor langsung ke klinik di anter suami. Sejujurnya aku tipikal yang takut sama alat kesehatan termasuk alat swab karena menimbulkan rasa ga nyaman gitu kan. Ya iya lah di colok sampe keluar air mata hahahaha. Selesai swab, nunggu sekitar 15 menit dan udah mulai agak curiga karena namaku dipanggil ke dalam ruangan dan yang lain tidak (ada beberapa orang yg juga swab kayaknya untuk melakukan perjalanan). Akhirnyaaaa jeng jeng garis 2 pun muncul sodara sodara L Pas dokternya bilang hasilnya positif langsung disarankan tes PCR untuk mengetahui seberapa parah covid yang aku derita. Disitu udah ga karuan, udah ga bisa mikir jernih, bawakan udah nangis kejer. Akhirnya suami juga ikut swab dan hasilnya alhamdulillah negatif (kebetulan beberapa minggu yang lalu suami sudah vaksin).

Aku pulang ke rumah dan suami belanja kebutuhan ku selama isolasi. Karena lagi hamil, aku ga berani minum obat sembarangan dan teman teman ku yang sudah alumni corona menyarankan untuk penyembuhan secara herbal. Yang aku beli waktu itu : Jeruk nipis, susu beruang, madu, CDR, vitamin Black Mores dan jahe untuk menambah imun. Kegiatan ku pagijam 7-8 berjemur sambil minum susu plus madu, jam 9 sarapan, jam 12 makan siang plus CDR, jam 7 malam makan siang plus jahe atau jeruk nipis hangat diselang seling. Dan Tiap abis makan, aku kumur pake betadine obat kumur. Hari kamis, aku melakukan tes PCR di salah satu RS dan hari selanjutnya diketahui nilai CT nya 25.

Sebagai informasi, nilai CT adalah indikasi seberapa parah penderita dapat menularkan virus. Nilai CT dari angka 18 – 30 dimana semakin kecil nilai CT maka kemungkinan menularkan semakin besar. Nilai CT 30 maka kemungkinan pasien covid segera sembuh. Di RS tersebut aku diberi obat batuk pilek, paracetamol, vitamin C dan D dan juga antibiotik. Karena aku bukan ahli di bidang kesehatan, sebelum minum aku searching di Internet fungsi dan apakah boleh dikonsumsi bumil. Karena masih ambigu gengs, akhirnya aku telp salah satu teman nakes, dan doi hanya menyarankan minum vitamin saja. Kenapa aku masih ragu untuk minum obat dr RS? Karena saat itu aku ga ketemu langsung sama dokter, petugas Siaga Covid yang mengambilkan ke apotek karena dokter masih memeriksa pasien Covid yang dirawat di RS tsb dan kemungkinan selesai masih satu jam an lagi.

Hari ke 1-3 aku masih merasakan demam, ngilu persendian, panas tinggi dan batuk pilek. Di hari ke 4 badan sudah mulai fit, tapi indera perasa dan penciuman mulai hilang. Dan benar benar hilang mungkin sampai 10 hari. Karena aku rasa tidak ada perubahan dan malah semakin parah, aku menghubungi salah satu dokter kandungan tempat aku biasa kontrol. Beliau merekomendasikan untuk membeli Azitromisin, Prove D3 1000, CDR, Becomzet dan Oxyvel. Semuanya ga sampe 200 ribu, dan alhamdullillah berangsur-angsur membaik.

Part yang paling crusial sih ini. Satu, saat kehilangan indera perasa dan peciuman. Untuk kalian yang normal normal aja, please banyakin bersyukur. Why? Saat 2 nikmat tersebut dicabut, Ya Rabb bayangin makan lo ga ada rasa sama ga ada bauk apa masih enak? Mau dikasih makanan mahal juga rasanya sama aja! Hambar! Di fase ini, kita mesti tetepjaga makan. Walaupun ga enak tetep makan makanan yang banyak mengandung protein (ikan, tempe, telor dll). Yang kedua, aku Cuma berdua sama suami di rumah. Suami tidur di depan TV dan aku di kamar. Suami yang masakin tiap hari. Kita benar-benar jaga jarak dirumah, karena kalo suami juga positif ya siapa lagi yang ngurusin kita ya kan? Yang sedih itu pas suami kasih makanan sama obat obatan Cuma sampe pintu kamar, doi ga tega sebenernya, aku juga mau nangis sama minta peluk tapi ya ga bisa huhhu L kalo lagi mau ngomong agak panjang kita video call padahal sebelah sebelahan dan selalu pake masker tiap hari. Enak ga? Enak ga? Ngga laaah !

Sampe lah di hari ke 14 aku PCR lagi untuk memastikan apakah benar-benar sehat, karena badan sudah fit dan penciuman sedikit pulih (perasa belum). Deg degannunggu hasil PCR karena hasil nya H+1 dan petugas RS menyarankan jika masih positif wajib di rawat di RS. Alhamdulillah hasilnya negatif dan aku bisa berkumpul kembali bersama suami.

BTW gimana kabar janin ku? Dokter kandungan tempat aku biasa konsultasi tidak buka jadi aku konsultasi dengan dokter baru, dan beliau menyatakan janin sehat. Setelah tamat melewati 15 hari ini, ada beberapa point yang aku ambil :

1. Aku positif karena aku tidak ketat prokes. I use my mask everyday tapi karena konsisi hamil nafas kadang udah pengap kadang habis makan aku lepas agak lama. Kaedua, kadang aku Cuma cuci tangan pake air mengalir dan ga pake sabun. 

2. Untuk teman teman yang sedang isolasi, stay positif. Jangan berpikir macem-macem karena alam bawah sadar kita juga berpengaruh untuk kesehatan fisik kita. Isoman 15 hari aku banyakin baca buku yang udah aku list dari lama tapi belum sempat kebaca.

3. Kalo bumil sekarang lagi isoman juga, konsul ke dokter dulu ya apakah obat yang diminum sama apa ngga, karena gejala tiap orang berbeda.

3. Aku ada liat salah satu youtube dokter dari Batam, kalo pasien covid setelah isolasi 14 hari sudah tidak berpotensi menularkan dan sudah bisa aktifitas seperti biasa.

4. Covid is changing my life, literally! Why? Jujur aku kapok sih kena covid apa lagi kondisi hamil. Pas isolasi aku demam tinggi dan perut sempat kontraksi 2 kali. Setelah wisuda corona, aku lebih taat prokes dan ga mau lagi keluar rumah.

5. Vaksin vaksin vaksin! Sebelum memutuskan peraturan untuk melakukan suntik vaksin tentu pemerintah sudah menimbang baik dan buruknya. Taati pemerintah, jangan mudah terpicu hoax ya gengs.

Ini pengalaman aku gengs, kalo kalian ada pengalaman lain boleh tulis dikomentar yashhh J sehat terus, taat prokes terus!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANJAKANI SR 12 || KEPUTIHAN BAY BAYYYYYYY

4 Teknik Closing Yang Jarang Diketahui Online Shop Pemula (Di Jamin Omset Naik !)